
Symantec melaporkan penjualan data atau informasi kartu kredit curian yang paling sering dijual di dunia maya. Harga yang mereka tawarkan bervariasi, mulai US$ 0,10 sampai US$ 25 per kartu. Penelitian underground economy atau ekonomi bawah tanah tersebut berlangsung mulai awal Juli 2007 sampai akhir Juni 2008.
Selama periode laporan tersebut, Amerika Utara memiliki jaringan penjahat cyber paling banyak. Sedangkan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menduduki peringkat kedua, yang diikuti Asia Pasifik dan Amerika Latin. Pengamatan lainnya, Symantec melaporkan penjual atau pengiklan aktif data kartu kredit sebanyak 69.130. Sedangkan untuk pembeli atau pemesan yang aktif di forum-forum under ground sebanyak 44.321.095.
Penelitian tersebut dilakukan Symantec melalui Organisasi Security Technology and Response (STAR) Organisasi yang terdiri dari security response seluruh dunia yang beranggotakan para insinyur keamanan, analisis ancaman. Juga peneliti yang memberikan fungsionalitas, konten dan dukungan fundamental bagi solusi keamanan Symantec korporat dan konsumer.
"Kejahatan lain di dunia maya yang terus mengalami peningkatan terjadi pada pembajakan desktop games secara ilegal, dan biasanya sering juga membawa virus maupun trojan. Terutama saat adanya rilis game terbaru," ungkap Darric Hor, General Manager Singapore dan Indonesia.
Pengguna internet dapat melakukan penyaringan terhadap email, menggunakan software antivirus, firewall, dan anti phising, membatasi penyimpanan informasi personal di komputer, menggunakan password dan menggantinya secara rutin. Namun pengguna juga dianjurkan agar tidak menyimpan account pada web browser seperti fitur remember password. (alv)

